oleh

Usai Periksa TPK Muara Pulutan, Ini Langkah Inspektorat Selanjutnya

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM — Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan pemeriksaan fisik hasil pekerjaan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Muara Pulutan, Kecamatan Seginim, Kamis (2/5/2019) pagi.

Dibantu beberapa tenaga ahli, Inspektorat memastikan pengukuran volume pekerjaan bisa dilakukan lebih teliti dan hasilnya akurat.

top

Pekan sebelumnya, Inspektorat juga telah melakukan pemeriksaan administrasi terhadap obyek sama, yakni laporan masyarakat terkait pembuatan dan rehabilitasi saluran drainase pemukiman.

Inspektur Pembantu (Irban) I, Budiman Hamid mengatakan, setelah tahap pemeriksaan administrasi dan fisik kegiatan yang dibiayai Dana Desa (DD) 2018 ini, pihaknya akan memanggil pelapor dan para saksi untuk dimintai keterangan.

“Kalau lancar, minggu depan langsung kita lakukan pemanggilan. Sekarang kita kasih kesempatan tim ahli menghitung volumenya, supaya kita tahu sudah memenuhi target perencanaan ( dianggarkan dalam APBDes 2018-red) atau belum,” cetusnya saat memimpin tim melaksanakan pemeriksaan fisik di lapangan.

Menurut Budiman, karena ini bersifat pembinaan, hasil pemeriksaan para pihak —pelapor, terlapor dan saksi— dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang akan disampaikan kepada atasan, sebagai bahan mengambil keputusan lebih lanjut.

“Nanti pemerintah desa (Muara Pulutan-red) juga akan terima salinannya. Supaya bisa menjelaskan kepada masyarakatnya bahwa permasalahan ini sudah clear (ditangani tuntas-red) sampai batas mana,” pungkasnya.

Pantauan Serunting.com, program pembuatan dan rehabilitasi saluran drainase tercantum dalam APBDes 2018 bervolume total 68,63 meter kubik.

Melalui verifikasi hasil pelaksanaan oleh tenaga ahli kabupaten di penghujung 2018, ditemukan kekuarangan volume 6,79 meter kubik.

Kepala Desa Muara Pulutan, Gunlisdi, mengakui kekurangan volume itu tanpa disengaja sama sekali dan baru disadari setelah verifikasi.

Dia menduga, keterbatasan kemampuan SDM pihaknya menghitung volume saat pelaksanaan pekerjaan menjadi penyebabnya, terutama pada penghitungan volume rehab yang terpencar-pencar.

Kemudian, melalui rapat terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat setempat, dihadiri 67 orang, Selasa (12/2) malam, disepakati kekurangan volume segera dikerjakan kembali hingga tuntas.

TPK pun mulai bekerja Senin (20/2) dan berakhir seminggu kemudian.

Setelah dilakukan sertifikasi oleh pihak berkompeten, disaksikan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), awal Maret lalu, pengerjaan lanjutan tersebut memperoleh volume 12,07 meter kubik, atau hampir dua kali lipat temuan kekurangan volume sebelumnya.[big]

top

Terbaru