oleh

Seriusi Penertiban Tambang Ilegal, APH Diminta Tidak Cari Kambing Hitam

PANGKALPINANG | SERUNTING.COM Sehari pasca dirazia Satpol PP dan tim gabungan, penambangan ilegal di dekat obyek vital —Bandara Depati Amir— dan lahan Islamic Center Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terpantau kembali beroperasi seperti sediakala, Rabu (17/7/2019).

Banyak kalangan menilai, penertiban itu seolah hanya modus mengusir oknum masyarakat penambang —timah dan pasir— untuk memberi kesempatan oknum pelaku lainnya mengeksploitasi lokasi tersebut.

top

Rabu siang, sekitar pukul 13:01 WIB, terpantau sedikitnya enam alat berat beroperasi dan beberapa unit lainnya standby di lokasi. Para penambang timah bekerja seperti biasa, sementara beberapa dumptruck tampak keluar-masuk mengangkut pasir material bangunan.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perlindungan Wartawan, Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) DPW Babel, Sapta Qodria Mu’afi SH saat memantau lokasi bersama para anggotanya menyayangkan sikap membandel para penambang.

Mirisnya, kata dia, penambangan timah dan pasir diduga ilegal ini sempat diisukan dimotori HPI Babel dan mitra kerjanya yang tengah menggarap sembilan hektar lahan Islamic Center milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel menjadi kebun demplot budidaya sorgum, semangka, peternakan dan revitalisasi lubang/kolong bekas tambang sebagai embung pertanian.

“Jadi, aktivitas penambangan timah dan pasir ini tidak ada sangkut-pautnya dengan rekanan HPI Babel. Karena HPI hanya menggarap lahan Islamic Center, sementara memang masih ada lahan milik pribadi di sekitar lokasi milik Pemprov itu (diantaranya milik Afo, Nijis, Izro dan Welly Abdullah-red) yang bisa saja dimanfaatkan para penambang,” ungkap Sapta.

Dia menegaskan, sejauh ini HPI tidak mengetahui siapa pemilik tambang tersebut, tinggal bagaimana keseriusan aparat penegak hukum dan pihak terkait lainnya menyikapi tambang-tambang itu.

Terpisah, Koordinator Tim Sorgum Babel Deddy Hartady sebagai penanggung jawab kegiatan dan HPI Babel meminta kepada Kapolda dan Gubernur Babel tidak sungkan-sungkan menertibkan kegiatan penambangan di sekitar lokasi Islamic Center.

“Aktivitas tambang ini, beberapa hari lalu sempat dirazia Satpol PP Babel dan tim gabungan. Tapi fakta di lapangan, saat ini beraktifitas kembali. Bahkan di portal jalan keluar-masuk lokasi berdiri Posko (dipasangi banner-red) salah satu Ormas,” cetusnya.

Kini, tambah Deddy, HPI Babel dan mitra kerjanya hanya melaksanakan kegiatan fokus pada penanaman sorghum, semangka dan peternakan. Sedangkan revitalisasi lubang/kolong menjadi embung pertanian terpaksa dihentikan karena Polres Pangkalpinang menganggap kegiatan tersebut menyalahi aturan.

Ketua DPW HPI Babel, Rikky Fermana SIP saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya dan mitra HPI Babel tidak bertanggungjawab atas aktivitas tambang timah dan pasir di luar lokasi Islamic Center.

“Sebelumnya, HPI Babel sempat diperiksa dan diminta keterangan terkait kegiatan di kawasan itu. Namun saat ini, aktifitas tambang di seputaran lokasi berskala besar tetap beroperasi, dan pihak HPI Babel menegaskan aktivitas itu tidak ada sangkut-pautnya dengan kami dan rekanan kami. Silahkan saja aparat penegak hukum memprosesnya,” pungkas Ketua IMO Indonesia DPW Babel ini, Rabu (17/7) malam.

Hingga berita ini dipublish, Polres Pangkalpinang dan pihak-pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfirmasi.[ron24]

top

Terbaru