oleh

Sekundang Berdarah, Keluarga Pelaku Belum Tunjukkan Itikad Baik?

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COMSetelah sekitar 60 jam meregang nyawa, Dopy Dwi Putra (31), korban perkelahian di Lapangan Sekundang Setungguan, Manna, akhirnya dinyatakan meninggal dunia, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 12:03 WIB.

Warga Desa Padang Manis, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu ini menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani operasi berat guna mengeluarkan sebilah belati yang bersarang penuh pada Os Parietal (atas tengkorak kepala bagian belakang).

top

Sebelum ditangani dokter spesialis bedah RS Tiara Sella, Kota Bengkulu, Dopy sempat dirawat di RSUD Hasanuddin Damrah, Manna.

Informasi terhimpun, pelaku berinisial D, warga Desa Ketaping, Kecamatan Manna, hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Menurut salah satu kerabat korban, sejauh ini belum ada tanda-tanda keluarga pelaku akan melakukan komunikasi dengan keluarga korban.

Malam ini, suasana rumah duka masih dijejali para pelayat, jenazah akan dikebumikan besok, Minggu (18/8) pagi.

Baca Juga: Tragis! Korban Keributan Dilarikan ke Bengkulu dengan Belati Bersarang di Kepala

Dikabarkan sebelumnya, Dopy dan beberapa rekannya terlibat keributan saat nongkrong di Lapangan Sekundang Setungguan, Rabu (14/8) sekitar pukul 23:46 WIB. Saat perkelahian berlangsung, D menyarangkan sebilah belati ke kepala Dopy hingga seluruh bagian logamnya terbenam (diduga gagangnya terlepas).

Hingga berita ini dipublish, konfirmasi kepada pihak-pihak berkompeten terkait penanganan kasus berdarah ini tengah diupayakan.[sr7]

top

Terbaru