oleh

Respon Kilat Bupati BS, Kekeringan Lebih Seratus Hektar Sawah Teratasi

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Segenap petani yang mengais rezeki pada 100 hektar lebih areal persawahan Ataran Kulus, Desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Provinsi Bengkulu, mengeluhkan pengeringan saluran irigasi Air Nipis Kanan untuk mendukung proyek rehabilitasi irigasi tersebut berlebihan.

Pengeringan total —dari pintu air BM 14 Desa Darat Sawah Ulu— sudah dilakukan PT BAR, rekanan Balai Wilayah Sungai (BWS) VII sejak Sabtu (15/6/2019) lalu, tapi hingga kini pengerjaan proyek masih terkonsentrasi di hilir (Desa Pajar Bulan).

top

Sementara menurut perhitungan para petani, untuk tetap mengerjakan proyek di Pajar Bulan dan sekitarnya, PT BAR belum perlu menutup jaringan irigasi ke arah Ataran Kulus yang saat ini masih ditanami padi, jagung dan palawija.

“Jadi masyarakat ini minta dibuka dulu irigasi ke arah sini, walaupun hanya 1-2 hari. Karena mubazir juga airnya dibuang ke lain (kembali ke Air Nipis-red), mending ke sini lebih bermanfaat. Kalau proyek sudah mulai ke arah hulu, tutuplah, cukuplah dapat air beberapa hari itu,” terang Kepala Desa Tanjung Menang, Mahirun, usai mengantar Bupati BS Gusnan Mulyadi MM beserta rombongan meninjau kondisi Ataran Kulus, Senin (5/8/2019) sore.

Kades Tanjung Menang, Mahirun (kanan), menunjukkan hamparan tanaman jagung sebagai komoditi pengganti padi saat petani mendukung pengerjaan proyek irigasi, Senin (5/8) sore.

Menurut dia, sosialisasi proyek memang sudah lama dilakukan pihak terkait, bahkan jauh hari sebelum penutupan saluran irigasi sudah banyak petani beralih ke komoditi jagung —sekarang mulai panen musim pertama— untuk menyiasati pengeringan.

Namun, papar Mahirun, setelah melihat ada peluang pengairan tanpa merugikan proyek senilai Rp 13 miliar lebih itu, masyarakat mohon bupati dan camat memakluminya, apalagi sedang jarang turun hujan. “Mudah-mudahan dengan Pak Bupati, Bu Camat dan dari dinas (Dinas Pertanian-red) sudah meninjau langsung ke lokasi, akan ada kebijakan nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan didampingi Camat Seginim Mardalena SPd MSi, Kabid Tanaman Pangan Distan BS Trisman, Kapolsek Seginim AKP Thabroni B, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, usai meninggalkan Ataran Kulus langsung meluncur ke persimpangan irigasi (pintu air BM 14) guna pengecekan bersama.

Bupati BS, Camat Seginim, Kades Tanjung Menang dan rombongan mengecek bersama kondisi tanaman petani di Ataran Kulus, Senin (5/8) sore.

Setelah berunding sejenak bersama pihak BWS VII, Gusnan memutuskan saat itu juga air dialirkan ke persimpangan saluran irigasi menuju Ataran Kulus. Guna memastikan air benar-benar masuk ke Ataran Kulus, Gusnan memerintahkan camat mengeceknya kembali.

“Besok pagi saya akan cek lagi ke Ataran Kulus, untuk memastikan airnya,” pungkas Mardalena sepulang dari pintu air BM 14, menjelang malam.

Sebelumnya dikabarkan, keluhan petani diterima Mardalena melalui telepon, Senin pagi menjelang berangkat ke kantor. Sesampai di kantor, dia mengajak beberapa staf kecamatan meninjau Ataran Kulus, kemudian melaporkannya kepada Bupati Gusnan. Sekitar lima jam kemudian, pria berkepala plontos itu muncul di Ataran Kulus membawa solusi menggembirakan ratusan petani.[ron7]

top

Terbaru