oleh

Pukuli dan Ancam Bunuh Istri Demi Pelakor, Kades Sukarami Dianjurkan Bersyukur Belum Dihabisi Warga

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COMPerbuatan tidak senonoh MD bersama kekasih gelapnya, sudah sejak lama jadi rahasia umum masyarakat Desa Sukarami, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Kepala Desa (Kades) yang telah beristri dan memiliki dua putera ini bahkan pernah diadili secara adat sekitar lima bulan lalu, sebelum akhirnya digrebek di kediaman, Jum’at (16/8/2019) malam.

Dimana keberadaan istri sah dan anak-anaknya saat MD dan MA digrebek? Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, EV bersama dua anaknya terpaksa angkat kaki dari rumah sejak lebih tiga minggu lalu. Mereka merasa tidak aman setelah beberapa kali dipukuli dan diancam bunuh oleh MD.

top

Guna melanjutkan hidup dan merawat kedua buah hati mereka, EV diungsikan orang tua kandungnya di pondok penjaga kolam, sekitar satu kilometer dari rumahnya. EV adalah perempuan asli Desa Sukarami, sementara MD adalah pria pendatang asal Desa Darat Sawah, Kecamatan Seginim.

Baca Juga: Inapkan Selingkuhan, Oknum Kades Digrebek Warga

Beberapa saat sebelum penggrebekan, EV ditemani anak sulungnya yang telah duduk di bangku SMP bermaksud pulang ke rumah sebentar guna mengambil sisa-sisa pakaian yang tertinggal. Karena khawatir dicelakai MD, kedatangan ke rumah itu diawasi beberapa kerabat.

Saat MD membuka pintu, EV merasa ada sesuatu tidak beres di dalam rumah, lalu berteriak. Para kerabat diiringi warga sekitar berhamburan menuju rumah. Di situlah sederetan fakta memalukan terungkap, perebut lelaki orang (Pelakor) berinisial MA —tanpa pakain lengkap— menyelinap dalam mobil yang terparkir di garasi.

Baca Juga: Berduaan dalam Rumah, ASN Pasangan Selingkuh Digrebek

Tak ayal lagi, MD dan MA langsung ditangkap warga, diarak keliling desa, kemudian dijebloskan dalam jeruji besi Polres Bengkulu Selatan.

“Setelah kejadian, memang banyak warga dari desa-desa tetangga yang heran, kenapa Kades itu tidak dibunuh (dihakimi massa-red) saja. Tapi beginilah masyarakat desa kami, sudah mulai sadar hukum, sehingga bisa mengontrol emosi. Apalagi masih memandang MD punya anak-istri di sini,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Minggu (18/8) sore.

Baca Juga: Siapa Pemberi Izin “Bisnis Lendir” di Parittiga?

Menurut dia, kasus pribadi MD dan kasus jabatan yang menyertainya (dugaan ongkos perzinahan dari hasil korupsi ADD/DD), terserah pihak berwajib saja. “Dalam hal ini, dia (MD-red) wajib bersyukur. Juga harus berterima kasih kepada masyarakat Sukarami, karena yang dilakukan malam itu baru sebatas teguran,” anjurnya.

Terkait banyaknya narasumber enggan namanya ditulis, pria paruh baya ini memaknainya sebagai langkah antisipasi manusiawi, mengingat MD masih memiliki loyalis di desa, apalagi menjelang momen pemilihan kepala desa.

Hingga berita ini dipublish, mahalnya ongkos cinta terlarang memotivasi Serunting.com terus menggali informasi pihak-pihak berkompeten lainnya guna menyibak misteri sejumlah dugaan kasus MD di pemerintahan.[ron4]

top

Terbaru