oleh

Muatan Zirkon Mencurigakan, Nama Adik Kapolri Dicatut?

PANGKALPINANG | SERUNTING.COM Nama adik Kapolri Tito Karnavian, akhirnya ikut dibawa-bawa oknum tidak bertanggung jawab dalam kasus dugaan ekspor puluhan ribu ton zirkon diduga tanpa dokumen lengkap alias ilegal dari Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Sementara itu, pihak-pihak berkompeten di Babel seakan saling lempar tanggung jawab saat tongkang Lambung Berkat Mandiri (LMB) 33 memuat mineral ZrSiO4 (zirkonium silikat) tersebut, sehingga membuat para aktivis di daerah itu berang.

top

Pegiat antikorupsi Babel, Joni Iskandar berpendapat, semakin carut-marutnya kabar aktifitas pemuatan ribuan ton zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam saat ini mestinya seluruh stakeholder —mulai Pemprov, DPRD Babel hingga aparat penegak hukum— segera bertindak, jangan baku lempar bola.

Sebab menurut dia, kalau sampai luput, selain merugikan negara dan daerah dari sektor pendapatan, juga merusak wibawa pemerintahan dan aparat penegah hukum sendiri.

Baca Juga: Keren! Proyek PUPR Jadi Ajang Illegal Mining

“Semua pihak terkait, harus segera melakukan sidak ke lokasi. Jangan sampai barang ini sudah lepas berlayar baru mau sibuk-sibuk. Jangan asal cuap-cuap tapi tidak ada aksinya. Kalau memang terbukti aktifitas itu ilegal, ya harus diproses sesuai hukum berlaku. Kalau legalitasnya ada, coba tunjukkan ke publik. Jangan sampai aktifitas serupa (tidak jelas-red) selalu terulang dan terulang,” desak mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) PC Bangka ini, Sabtu (13/7/2019) malam.

 

Ekspor ke China?

Pantauan Serunting.com bersama para fungsionaris Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel di Pelabuhan Pangkalbalam, Jum’at (13/7) sore, sudah tidak tampak lagi aktifitas bongkar-muat, hanya tersisa jumbo bag yang sobek dipinggir dermaga. Di seberang dermaga, tongkang LMB 33 tampak bersiap-siap menunggu jadwal berlayar.

“Tadi malam (Kamis malam-red) sudah selesai muat barang itu. Ada 4000-an ton, tidak ada petugas yang menjaga. Tolong nama saya jangan ditulis,” ungkap seorang sumber di pelabuhan.

Sementara itu, terkuak kabar, zirkon dan elminit yang dimuat ke dalam tongkang LMB 33 direncanakan akan dialihmuatkan ke kapal kargo berbendera Panama —Splendor Kaohsiung— yang sudah menunggu di tengah laut. Mineral ikutan tambang tersebut akan dibawa ke China, bukan ke Pangkalanbun.

 

Jurus Berkelit

Sebelumnya, Plh Kepala KSOP Pangkalbalam, Hasoloan Siregar mengatakan, tanggung jawab bongkar-muat barang sebetulnya bukan semata-mata tertuju kepada pihaknya semata, melainkan ada pula EMKL jasa angkutan, Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dan pihak agensi pelayaran PT LMP yang diketahui ikut serta dalam aktifitas pemuatan zirkon ke tongkang LMB 33.

Sementara KSOP, terang Hasoloan, hanya baru menerima dokumen kapal dan izin berlayar saja terhadap kapal tongkang LMB 33 dan izin bersandar di pelabuhan Pangkalbalam.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui barang yang dimuat ke dalam kapal tongkang itu milik siapa dan mau dibawa kemana. Karena dokumen yang kami terima saat ini baru sebatas dokumen kapal dan izin berlayar saja,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (12/7).

Terkait pemberitaan viral terkait hal ini, Hasoloan menilai ada kesan hanya pihak syahbandar yang disoroti seolah-olah bertangan besi, padahal sebetulnya tidak demikian.

“Mereka beraktivitas bongkar-muat silahkan saja. Namun setelah bongkar muat usai dan sebelum mereka berlayar, maka kewenangan kami mengecek kondisi dan kelengkapan berkas lainnya dari kapal itu sebelum dinyatakan layak berlayar. Dan sekali lagi patut diketahui, sampai saat ini kami baru menerima dokumen kapal dan izin berlayarnya saja,” tegasnya.

 

Keluarga Kapolri Membantah

Kabar terhimpun, berdasarkan akta —notaris— perubahan PT Indomas Bara, perusahaan yang melakukan pengiriman zirkon tersebut beralamat di Bogor, salah satu pemegang saham perusahaan ini bernama Dokter ID, diduga merupakan adik Kapolri Tito Karnavian.

Melalui kerabat dekatnya di Palembang, Kapolri membantah hal tersebut. Sebab, selama ini keluarga besar Jenderal Polisi Tito Karnavian tidak pernah melakukan bisnis merugikan negara atau melegalkan segala cara.

“Beliau sudah mengatakan kepada saya, bahwa sebagai abdi negara tidak pernah beliau berbisnis dengan cara yang tidak benar atau melanggar aturan. Mungkin saja, nama adiknya ditaruh di salah satu perusahaan untuk menakut-nakuti orang, dan mungkin itu tidak diketahui adiknya. Kalau ada yang menjual nama beliau, kasih tahu saya,” tegas Amin saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (13/7).

Hingga berita ini dipublish, konfirmasi kepada PT Indomas Bara dan pihak-pihak berkompeten lainnya tengah diupayakan.[ron24/ron52/hpi]

top

Terbaru