oleh

Mesin Pencacah Pakan Ternak Tak Dianggarkan, Ini Penjelasan Pj Kades Durian Seginim

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Sempat menjadi sorotan, akhirnya alasan konkret batalnya pembelian mesin pencacah pakan ternak oleh Pemerintah Desa Durian Seginim, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, terungkap.

“Waktu penetapan RKPDes (Rencana Kegiatan Pemerintah Desa-red) tahun lalu, ternak sapi memang masih banyak, sekitar 30-40 ekor lah. Sekarang tidak sampai 10 ekor, pemiliknya pun mungkin cuma 2-3 orang,” kata Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) setempat, Dadi Lisdianto SPd kepada Serunting.com, Senin (9/3/2020) sore.

top

Sapi-sapi ini, terang Dadi, kurun beberapa bulan terakhir “hijrah” ke desa-desa tetangga akibat ketatnya pemberlakuan Peraturan Desa (Perdes) Penertiban Hewan Ternak di Durian Seginim. Ada pula yang dijual pemiliknya.

Dengan berkurangnya jumlah peternak sapi, menurut Dadi, kalau pembelian mesin cacah pakan —sebagai konsekuensi pemeliharaan sapi secara intensif sekaligus pendukung efektifitas pemberlakuan Perdes— tetap dilakukan, dikhawatirkan bakal memicu persoalan baru, karena terkesan pemerintah desa melaksanakan pengadaan barang untuk kepentingan segelintir orang/pribadi peternak.

“Saya sudah konsultasikan kepada camat, bupati juga. Disetujui, tidak masalah dibatalkan, tapi nanti dibuatkan semacam berita acara supaya masyarakat bisa mengetahui alasan pembatalan,” paparnya.

Tenaga pengajar di SMPN 7 Bengkulu Selatan ini berpendapat, anggaran sekitar Rp 25 juta untuk pembelian mesin pencacah pakan ternak tersebut bisa dialihkan ke program/kegiatan lain yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat lebih luas.

“Sekarang APBDes masih dalam tahap penyusunan. Pembelian itu sudah kami putuskan tidak ada, karena kan tidak mesti semua keputusan dalam penetapan RKPDes bisa diakomodir dalam APBDes,” pungkasnya.[an]

top

Terbaru