oleh

Laporkan Balik DY, Zaidan Tegaskan Kapasitas Advokat

BANGKA | SERUNTING.COM Saat perseteruan salah satu oknum pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berinisial DY dengan pedagang kios Plaza Tamansari berproses di kepolisian. Purnawirawan Polri Kombes DR Zaidan SH MH kembali melaporkan DY ke Polres Bangka terkait tudingan pencemaran nama baik, Senin (5/8/2019) malam.

Sebelumnya, Zaidan and Patner sebagai kuasa hukum para pedagang telah melaporkan DY dan PT Garba Konstruction selaku penegelola kios ke Mapolda Babel untuk kasus dugaan pemerasan.

top

“Sebelum ini, saya yang dilaporkan oleh pengacara DY dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Nah, tadi sekitar pukul 19:27 WIB saya langsung yang melaporkan balik DY ke Polres Bangka atas tindak pidana pencemaran nama baik dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B-1053/VIII/2019/RES BANGKA,” ujar Zaidan kepada Pewarta HPI dan IMO Indonesia Babel di Mapolres Bangka, Senin (5/8) malam.

Menurut Zaidan, ada dua poin penting dalam laporan dirinya sesuai fakta, yakni dirinya tidak memfitnah DY maupun pihak pengelola kios dalam dugaan pemerasan, karena ini sudah dilaporkan salah seorang korban Noprianto pada Jum’at (2/8/2019) lalu. Dibuktikan dengan surat keterangan penerimaan laporan oleh Polda Babel.

Poin kedua, Zaidan merasa dirinya sama sekali tidak melakukan pelanggaran UU ITE dalam kasus ini, karena pemberitaan yang terekspose hasil liputan jurnalis media legal.

“Selain itu, dalam kasus ini (pedagang kios Plaza Taansari-red), saya tidak pernah sama sekali mengkait-kaitkan jabatan saya selaku staf khusus Gubernur Babel. Karena dalam kasus ini, posisi saya sebagai advokat para pedagang yang merasa teraniaya dan dirugikan. Tentunya, sudah kewajiban saya membela klien untuk mendapatkan keadilan seadil-adilnya sesuai hukum berlaku di NKRI ini,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Polisikan Oknum Pimpinan DPRD Babel, Kini Giliran Pengelola Kios Plaza Tamansari Dilaporkan

Dalam menjalankan profesi sebagai advokat, lanjut Zaidan, dirinya dilindungi Undang Undang RI Nomor 18/2003 tentang Advokat. Pasal 5 menyebutkan, advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 16 berbunyi, advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik pembelaan klien dalam sidang pengadilan.

Sementara pada Pasal 18 Butir (2) termaktub, advokat tidak dapat diidentikkan dengan kliennya dalam membela perkara klien orang, pihak yang berwenang dan/atau masyarakat.

Baca Juga: Saling Lapor, Zaidan-Deddy Memanas

Dalam kasus dugaan pemerasan, terang Zaidan, sudah dilaporkan ke Polda Babel. Sedangkan kasus dugaan penganiayaan kepada pedagang telah dilaporkan ke Polres Bangka.

“Jadi, untuk dugaan kasus penganiayaan, DY sudah kami laporkan juga ke Polres Bangka. Harapannya, agar laporan korban ini segera diproses dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.[ron4]

top

Terbaru