oleh

Keren! Proyek PUPR Bengkulu Jadi Ajang Illegal Mining?

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Proyek pembangunan Jembatan Palak Bengkerung milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu senilai Rp 14,5 miliar lebih kedapatan menggunakan material sisa galian pondasi/sumuran untuk mengecor silinder tiang jembatan, Sabtu (13/7/2019) sore.

Padahal, menurut Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang merupakan dokumen tidak terpisahkan dari kontrak kerja, tidak menyebutkan material tersebut boleh digunakan.

top

Menyikapi temuan otentik dan dugaan kecurangan proyek di bawah pengawasan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Bengkulu yang berlokasi hanya 100 meter dari kantor utama Ronin’98 Group —induk perusahaan Serunting.com—  ini, pegiat antikorupsi Bengkulu Ikhsanudin meminta Gubernur Bengkulu secara langsung dan/atau melalui instansi terkait segera mengambil sikap, sebelum proyek itu menjadi preseden buruk bagi pemerintahan dan masyarakat pengguna manfaat.

Denah dan gambar potongan Jembatan Palak Bengkerung yang kini tengah dibangun PT Gading Utama sebagai rekanan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

Selain itu, dia meminta aparat penegak hukum tidak menunggu terlalu lama untuk bertindak. Sebab, selain akan ada kecenderungan pelaksana proyek menggelapkan pajak material, berdasarkan regulasi berlaku penambangan galian C di wilayah Kecamatan Air Nipis juga terlarang.

“Saya tidak bisa mendikte aparat penegak hukum, mereka tahu lah akan bertindak apa. Yang jelas, temuan di lapangan seperti itu, sudah kita rekam semua. Dokumentasi harian juga ada, untuk dicocokkan dengan dokumen-dokumen proyek,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublish, konfirmasi kepada manajemen PT Gading Utama sebagai pemegang kontrak kerja, PT Civarligma Engineering sebagai konsultan pengawas, Dinas PUPR, TP4D Kejati Bengkulu dan pihak terkait lainnya sedang diupayakan.[ron4/ron51]

top

Terbaru