oleh

Kelola BUMDes, Gusnan: Tiru Muara Danau

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Tidak bisa disangkal, lima tahun memperoleh kucuran Dana Desa (DD), tidak membuat seluruh desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, serta-merta mampu memakmurkan diri, alih-alih bisa mandiri.

Acapkali desa dinilai salah kaprah menentukan kebijakan pembangunan, membabi-buta memprioritaskan DD pada kegiatan fisik hingga melupakan penguatan ekonomi.

top

Berkunjung ke Desa Muara Danau Kecamatan Seginim, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi MM mengaku kagum terhadap antusiasme pemerintah desa dan masyarakat setempat memperkokoh perekonomian mereka melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rantaman.

Selain telah memiliki unit usaha perdagangan sembako dan agensi perbankan online yang menempati rumah toko (ruko) milik sendiri, BUMDes ini juga telah memiliki unit usaha peternakan sapi terpadu, sejak tahun lalu.

Menggunakan DD 2018, Rantaman memperoleh 20 ekor sapi. Sementara pada DD 2019, Rantaman kembali di-support fasilitas pendukung pemeliharaan berupa kandang permanen berukuran 7 x 18 meter (12 petak) dilengkapi padang gembala, satu kendaraan bermotor beroda tiga, dua mesin pencacah pakan, tiga gerobak dorong, 10 blong wadah pakan dan peralatan pendukung lainnya.

“Ini mantap, luar biasa. Harus ditingkatkan. Desa-desa lain, tiru Muara Danau,” ujar Gusnan saat memantau kondisi kandang dan ternak milik BUMDes Rantaman, Rabu (4/12/2019) pagi.

Dia menyarankan, para pemerintah desa di Kabupaten Bengkulu Selatan jangan ragu mengalokasikan DD lebih besar untuk BUMDes, baik berupa penguatan maupun penyertaan modal, asalkan memiliki visi jelas dan bisa terkontrol baik.

Khusus Muara Danau, Gundul, sapaan akrabnya, menyarankan penganggaran kembali sekitar Rp 200 juta untuk pengadaan calon induk sapi. Digaduhkan kepada peternak umum di desa tersebut, pengawasan dan pembagian anaknya diatur BUMDes. Kalau perlu, tantang dia, bakalan induk yang didatangkan adalah Brahman Cross.

Baca Juga: Baru Seret Lima Terdakwa, Penindakan Kasus Proyek Lampu Jalan Disinyalir Tebang Pilih?

“Jadi, nanti semua adik-sanak punya sapi. Dalam tiga tahun saja, ekonomi warga Muara Danau sudah terangkat jauh lebih baik. Ke situ tujuan kita,” ungkapnya.

Hal paling menarik di BUMDes ini, menurut Gundul, mulai beralihkan ketergantungan pada Hijauan Makanan Ternak (MHT) segar menjadi pakan olahan, seperti hay dan silase. Sehingga limbah dan produk ikutan pertanian yang melimpah di musim panen bisa dimanfaatkan maksimal, melengkapi ketersediaan HMT.

Baca Juga: Kandang Sapi BUMDes Rantaman Mulai Dibangun, Ini Harapan Kades Muara Danau

Kemudian, Gundul juga tertarik mendengar BUMDes Rantaman berancang-ancang memanfaatkan faeces ternak sebagai bahan baku pupuk organik berkualitas tinggi, menggantikan dominasi pupuk kimia pada ratusan hektar sawah yang mengelilingi desa tersebut.

“Dalam waktu dekat saya kirim tenaga ahli ke sini. Supaya anggota BUMDes dan peternak bisa dilatih mengolah pakan sendiri, membuat pupuk kandang dan menata lapangan gembala yang sehat bagi ternak sapi,” pungkasnya.[kim]

top

Terbaru