oleh

Kalau Pilkada BS Digelar Hari Ini, Reskan Kandaskan Gusnan

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Tidak disangka sebelumnya, nama Reskan Affendi Awaluddin alias Pak Bowo yang gagal menjadi Bupati Bengkulu Selatan (BS) dua periode akibat kalah suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 silam, ternyata masih menempati posisi terbaik di hati sebagian masyarakat daerah itu.

Bahkan, banyak yang mengakui elektabilitas Gusnan Mulyadi sebagai petahana yang belakangan rajin blusukan tercecer jauh. Benarkah demikian?

top

“Lebih lah enak di zaman Pak Bowo,” cetus salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Pino Raya, beberapa hari lalu.

Pernyataan senada juga dilontarkan segenap tokoh di kecamatan-kecamatan lain saat Serunting.com menggelar jajak pendapat —kalangan ASN, swasta dan pengusaha— terkait capaian visi Bengkulu Selatan Emas, pekan lalu.

Menurut mereka, Reskan dengan seabreg kontroversinya di pemerintahan (2010-2015), termasuk sering berseberangan pendapat dengan kalangan legislatif demi pencapaian visi dan misi pembangunan, terbukti lebih sukses membawa daerah itu ke arah lebih baik dengan beberapa peninggalan fenomenal.

Salah satu peninggalan tersebut adalah jalan dua jalur yang penganggarannya nyaris tidak disetujui DPRD setempat. Selain itu, selama satu periode Reskan menjabat bupati, Pemkab Bengkulu Selatan pernah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 2013, pernah pula dua kali memperoleh penghargaan sebagai juara nasional.

“Belajar dari apa yang mampu diperbuat pemerintahan setelahnya (Dirwan Mahhmud dan Gusnan Mulyadi-red), tidak bisa dipungkiri Pak Bowo lebih unggul. Kalau beliau nyalon (ikut Pilkada-red) lagi, yakin bakal menang,” ungkap salah satu komentator kalangan ASN aktif.

Tertarik dominasi suara arus bawah menghendaki keikutsertaan Reskan pada Pilkada mendatang, serta berkat support beberapa kolega, akhirnya Serunting.com berhasil menemui pengusaha ternak sapi potong ini.

“Alhamdulillah. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bengkulu Selatan yang telah memberikan penilaian positif atas tugas yang pernah saya emban sebagai bupati. Secara pribadi, saya sangat berharap program-program yang sudah dirancang di periode pertama itu bisa berlanjut di periode kedua. Tapi sayang, pilihan politik waktu itu (Pilkada 2015-red) berkehendak lain. Semoga kita masih berkesempatan melanjutkannya pasca Pilkada berikutnya,” tuturnya dengan raut bahagia, Jum’at (26/7) sore.

Sebelum memastikan tampil pada Pilkada 2020, Reskan berencana akan memastikan dulu suara dukungan yang pernah terdengar empat tahun terakhir. “Tentu saya akan mendengar pendapat masyarakat dulu. Saya butuh dukungan konkret, bukan setengah-setengah, karena kali ini targetnya harus menang,” timpalnya.

Melalui wawancara ekslusif itu, Reskan mengaku pernah beberapa kali didatangi para petinggi partai politik (Parpol) untuk persiapan mengusungnya saat pencalonan. Namun, menurut dia, kepastian dukungan suara yang bakal mendukungnya selama Pilkada juga tidak kalah penting untuk diukur lebih mendalam.

Menanggapi kenangan positif selama satu periode menjabat Bupati Bengkulu Selatan, Reskan tidak menampik pernah beberapa kali bersilang pendapat dengan legislatif. Namun, semua itu dianggapnya sebagai ujian untuk menempa pemerintahan menjadi lebih tangguh, produktif dan bernilai manfaat bagi masyarakat.

Di internal pemerintahan, Reskan juga tidak segan-segan menyerahkan seluruh urusan kepada OPD terkait tanpa intervensi berlebihan. Hal demikian dilakukan agar setiap OPD beserta perangkatnya benar-benar berfungsi dan kreatif.

“Kita beri keleluasaan di OPD-nya masing-masing, supaya mereka tenang bekerja. Kecuali kalau ada permasalahan, segera temui saya. Begitu juga kalau ada yang melanggar aturan, akan saya panggil. Kalau sekarang ada kepala dinas (era 2010 hingga 2015-red) yang mengaku pernah saya dikte atau kurang leluasa, coba suruh temui saya,” kenangnya.[sr21/ron7]

top

Terbaru