oleh

Empat Kades Terancam Dipecat, Ini Penyebabnya

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM— Seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, terancam diberhentikan dari jabatannya. Sedikitnya, tiga Kades lainnya bakal bernasib sama.

Demikian ulasan tersirat Camat Seginim, Mardalena SPd MSi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, usai memanggil salah satu Kades beserta seluruh perangkatnya, Senin (12/8/2019) pagi.

top

Menurut dia, pemanggilan hari ini menindaklanjuti temuan dua kali Inspeksi Mendadak (Sidak) acak waktu di satu kantor desa yang dilaporkan warga sangat sering tutup pada jam kerja. Mardalena mengaku sudah menegur Kades bersangkutan pasca Sidak pertama, medio Juli lalu.

Namun saat Sidak kedua, Rabu (17/8), terbukti teguran itu belum diindahkan, kantor desa masih tutup. “Ini video saya Sidak kedua, jam 09:16 WIB, pintu kantor desa terkunci,” ujarnya sembari memperlihatkan video dimaksud.

“Tadi sudah saya minta Kadesnya tandatangani surat pernyataan di atas materai. Isinya siap diberhentikan kalau masih mengulangi. Jadi, kalau dalam 30 hari kerja masih sering mengosongkan kantor desa, suratnya kami serahkan ke bupati, karena kewenangan memprosesnya ada di sana,” timpalnya.

Menurut Mardalena, apapun alasannya, “meliburkan” kantor pemerintah desa bukan hanya mencerminkan kecenderungan buruknya pelayanan kepada masyarakat, tapi juga indikasi kurang sehatnya kondisi pemerintahan yang dinahkodai Sang Kades. Dia menduga, rangkap jabatan perangkat desa di tempat lain bisa jadi salah satu penyebab masalah ini.

Mardalena tidak menampik, diam-diam pihaknya masih mengawasi tiga kantor desa lain. Tapi, dirinya akan mengambil langkah persuasif —teguran ringan— terlebih dahulu sebelum memberikan teguran keras —pernyataan tertulis— seperti desa pertama ini.

Ditemui terpisah, Kades —terpanggil— pertama menjelaskan, sering tutupnya kantor desa disebabkan kesibukan tugas dirinya di luar kantor, bisa karena urusan di lapangan bersama masyarakat atau harus mengikuti kegiatan di ibukota kecamatan dan kabupaten.

Saat ditanya kemana perangkat lain, apakah semuanya ikut Kades bertugas ke luar kantor? Sang Kades menggeleng. Menurut dia, mestinya perangkatlah yang selalu standby di kantor, walaupun harus bergantian hingga jam kerja berakhir. “Tapi setelah ini (teguran keras-red), aku suruh masuk semua. Tidak lagi pakai jadwal-jadwal, harus masuk kantor semua,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublish, pihak-pihak berkompeten lainnya masih dalam upaya dikonfirmasi.[sr7]

top

Terbaru