oleh

Ayam Petelur Mulai Berproduksi, BUMDes Jemberum Bidik Prospek Produk Ikutan

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Ayam petelur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jemberun, Desa Durian Seginim, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mulai berproduksi sejak tiga pekan terakhir. Hingga akhir Juli 2019, kemampuan produksi menapak angka 30 persen dan terus meningkat setiap hari.

Menurut Kepala Unit Usaha Ternak Unggas BUMDes Jemberum, Jamal, kalau kondisi kesehatan sekitar 850 ekor ayam periode ujicoba tersebut stabil, puncak produksi akan tercapai sekitar 2-3 minggu mendatang.

top

Selain sedang menunggu pemerintah desa setempat menyiapkan peralatan dan bahan mengolah pakan sendiri, Jamal mengaku tengah mengajukan usulan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) pembuatan pupuk organik dari tinja ayam bagi seluruh anggota unit usaha.

“Belajar dari pengalaman pemeliharaan periode ujicoba ini, ada beberapa hal yang harus dibenahi terkait penyesuaian tahap pemeliharaan dengan prosedur pencairan dana desa,” ungkapnya, Kamis (1/8/2019) pagi.

Untuk menanggulangi kendala serupa di periode berikutnya, papar Jamal, pengadaan DOC (Day Old Chick) tidak bisa lagi di awal tahun. Sebab kalau mendadak terjadi sesuatu yang perlu segera ditangani dengan biaya di luar dugaan, BUMDes akan kalang-kabut karena saat itu Dana Desa (DD) belum tersedia.

“Periode pertama ini saja, pernah mengalami krisis pakan lebih sebulan karena perkiraan waktu pencairan DD 2019 tahap pertama meleset. Dampaknya, ayam mengalami defisiensi nutrisi, gampang terserang penyakit, mortalitas tinggi dan proses produksi terhambat,” keluhnya.

Akibatnya, lanjut Jamal, ayam yang mestinya mulai bertelur usia 4,5 bulan, baru bisa berproduksi pada usia di atas enam bulan. Selain itu, terjadi mortalitas di atas prosentase normal selama masa krisis, yakni melebihi empat persen.

Terkait pelatihan TTG pengelolaan limbah ternak ayam, mantan pengelola salah satu unit produksi PT Sinka Sinye Agrotama —produsen dan eksportir pupuk organik terbesar di Asia Tenggara— ini berharap bisa segera dikabulkan Pemerintah Desa Durian Seginim.

“Dengan pengolahan tepat dan jaminan ketersediaan pangsa pasar, profitabilitas kotoran ayam dan telurnya akan setara, bahkan bisa lebih menjanjikan. Untuk mencapainya, dukungan pemerintah desa saja tidak cukup,” pungkasnya.[sr71]

top

Terbaru