oleh

Awas! Perdes Penertiban Hewan Ternak Beresiko Pidana

BENGKULU SELATAN | SERUNTING.COM Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Seginim, AKP Thabroni mengingatkan, pemberlakuan Peraturan Desa (Perdes) tentang Penertiban Pemeliharaan Hewan Ternak di seluruh desa se-Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, dapat menyeret oknum masyarakat atau pemerintah desa ke ranah pidana.

Resiko hukum itu, kalau penerapan Perdes dimaksud dilakukan berlebihan, karena sengaja atau salah persepsi. Dalam Perdes, terang dia, sanksi terhadap pelanggaran yang diberikan hanya berupa teguran dan denda, tidak sampai pada tindak kekerasan kepada ternak.

top

“Kalau tindakan (kekerasan-red) itu dilakukan, berarti telah terjadi tindak pidana penganiayaan hewan. Siapapun pelakunya, akan terjerat Pasal 302 KUHP,” ujar Thabroni, saat menyampaikan penyuluhan hukum di gedung serbaguna Desa Durian Seginim, Rabu (31/7/2019) pagi.

Pasal itu menyebutkan, barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja melukai hewan atau merugikan kesehatannya, tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup hewan, akan diancam pidana penjara paling lama tiga bulan.

“Jangan mentang-mentang Perdes itu nanti sudah diberlakukan, ada warga menangkap ternak (pelanggar Perdes-red) langsung main hakim sendiri, itu salah. Bisa dipidana. Pasalnya jelas dalam KUHP. Jadi yang ditangkap itu serahkanlah ke pemerintah desa untuk memprosesnya, supaya tidak keliru atau menyimpang dari ketentuan Perdes,” anjurnya.

Dalam penyuluhan itu, Danramil 05/Manna Kapten Idham melalui Babinsa Sertu Ilham menghimbau kepada Pemerintah Desa Durian Seginim tidak setengah hati memberlakukan Perdes Nomor 10/2019 tersebut. Sebab, kerugian akibat tidak tertibnya hewan ternak di desa ini sudah dirasakan bersama, dan memang merupakan tanggung jawab pemerintah desa setempat mengambil langkah bijaksana.

Langkah konkretnya, papar Ilham, berupa penerbitan dan pemberlakuan Perdes —sesuai instruksi Bupati Bengkulu Selatan— diiringi memberikan pemahaman kepada masyarakat peteranak terkait pentingnya pengandangan dan penyiapan areal pengembalaan khusus bagi intensifitas pemeliharaan ternak besar dan ternak ruminansia, sekaligus menghilangkan stigma hewan ternak sebagai hama tanaman pekarangan dan pertanian.

“Perdes ini dalah langkah maju pemerintah desa se-Bengkulu Selatan, khususnya Desa Durian Seginim. Kami dari TNI sangat mendukung. Kalau nanti ada ternak yang ditangkap dan butuh bantuan menanganinya, kami para Babinsa, juga pastinya Bhabinkamtibmas Polsek Seginim tentu akan turun ke lapangan,” pungkasnya.

Camat Seginim, Mardalena SPd MSi menimpali, dia sangat respek dengan penyuluhan hukum yang terfokus membahas Perdes 10/2019 Durian Seginim yang menurut rencana akan mulai diberlakukan 1 Agustus ini.

Camat yang baru dua pekan dilantik ini meminta Pemerintah Desa Durian Seginim terus berkordinasi dengan pemerintah kecamatan dalam pemberlakuan Perdes ini, agar dapat bersama-sama meredam potensi dampak kesenjangan sosialnya. “Kalau perlu, Perdes ini diperbanyak (salinannya-red) lalu dibagikan kepada semua warga, supaya semuanya tahu,” sarannya.

Penyuluhan berdurasi sekitar 150 menit ini juga membahas bahaya narkoba dan langkah-langkah mencegah dampak buruknya bagi generasi muda. “Penyuluhan ini kami tujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Durian Seginim, sebagai wujud kegiatan bidang pembinaan masyarakat yang diakomodir APBDes 2019. Semoga melalui kegiatan singkat ini, dapat memberikan pencerahan kepada kita semua, khususnya tentang aturan hukum dan pembinaan generasi muda (bahaya narkoba-red),” ungkap Kepala Desa Durian Seginim, Nofrizal, sesaat sebelum menutup kegiatan.

Penyuluhan ini dihadiri sekitar 70 peserta, termasuk para anggora Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, seluruh perangkat desa, para kader Posyandu dan Posbindu, pendamping desa, masyarakat umum, serta peserta KKN IAIN Bengkulu.[sr71]

top

Terbaru